Rabu, 18 Februari 2015

Pesan moral dalam Film Doraemon

1. Percaya Diri - beberapa adegan dalam film ini, menggambarkan kesialan yang kerap dialami Nobita, akibat terlalu mengandalkan alat bantuan dari Doraemon. Salah satunya adalah pada saat Nobita ingin menarik perhatian Shizuka (teman wanita yang disukai Nobita), karena tak percaya diri untuk berusaha, Nobita justru menggunakan alat canggih bernama Telur Peniru, sialnya rasa suka yang diharapkannya justru jatuh kepada orang lain. Tak jarang rendahnya rasa percaya diri membuat seseorang mudah menyerah untuk mengejar tujuannya, dari film Stand By Me Doraemon, tersirat pesan moral dimana segala usaha yang dilakukan, seharusnya dilandasi dengan rasa percaya diri.

Adegan 1. Dalam Film Stand By Me Doraemon

2. Kegigihan (Pantang Menyerah) - Pesan moral lainnya yang dapat dipetik dari film ini adalah, bagaimana kegigihan atau sifat pantang menyerah sangat berpengaruh pada masa depan. Di dalam salah satu adegan, ditunjukkan bagaimana Nobita berusaha sekuat tenaga tanpa menyerah menyelamatkan Shizuka dewasa dari kematian akibat terjangan badai salju. Di adegan lainnya yang menunjukkan kegigihan Nobita adalah, ia tak mau menyerah saat harus melawan Giant walaupun harus terjatuh berkali-kali.


Adegan 2. Dalam Film Stand By Me Doraemon

3. Mau Belajar Dari Kesalahan. Nobita yang digambarkan sebagai anak yang ceroboh, malas dan kurang pandai dalam film ini, akhirnya dapat melalui masalah-masalah yang dihadapinya dengan memperbaiki diri dengan selalu melakukan intospeksi diri dan belajar dari kesalahan.


Adegan 3. Dalam Film Stand By Me Doraemon

4. Persahabatan Sejati. Pesan moral yang paling penting dalam film Stand By Me Doraemon adalah tentang persahabatan sejati, dimana digambarkan Doraemon selalu mau membantu Nobita, dan selalu memberikan semangat pada saat Nobita sedang mengalami masalah. Selain itu dalam cerita persahabatan ini, tersisipkan pesan pula bahwa sahabat sejati adalah sahabat yang selalu mengedepankan ketulusan.

Adegan 4. Dalam Film Stand By Me Doraemon

Sinopsis Cerita Doraemon


Doraemon (ドラえもん) adalah judul sebuah manga populer yang dikarang Fujiko F. Fujio (藤子・F・不二雄) sejak tahun 1969 dan berkisah tentang kehidupan seorang anak pemalas kelas 5 SD yang bernama Nobi Nobita (野比のび太) yang didatangi oleh sebuah robot kucing bernama Doraemon yang datang dari abad ke 22. Dia dikirim untuk menolong Nobita agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesannya daripada harus menderita dari utang finansial — yang akan terjadi pada masa depan — yang disebabkan karena kebodohan Nobita.
Sejarah
Nobita, setelah gagal dalam ulangan sekolahnya atau setelah diganggu oleh Giant dan Suneo, akan selalu mendatangi Doraemon untuk meminta bantuannya. Doraemon kemudian biasanya akan membantu Nobita dengan menggunakan peralatan-peralatan canggih dari kantong ajaibnya; peralatan yang sering digunakan misalnya “baling-baling bambu” dan “Pintu ke Mana Saja”. Sering kali, Nobita berbuat terlalu jauh dalam menggunakan peralatannya dan malah terjerumus ke dalam masalah yang lebih besar.

Setting
Doraemon dikirim kembali ke masa Nobita hidup oleh cicit Nobita, Sewashi, untuk memperbaiki kehidupan Nobita agar keturunannya merasakan kehidupan yang lebih baik. Dalam kehidupan aslinya (tanpa dibantu Doraemon), Nobita gagal dalam pelajaran sekolahnya, gagal dalam karier, dan meninggalkan keluarganya dengan masalah finansial.
Cerita terfokus tentang kehidupan sehari-hari Nobita, tokoh utama cerita ini. Doraemon memiliki sebuah kantung 4 dimensi yang ia isi dengan benda-benda dari masa depan. Seringkali Nobita datang merengek-rengek karena masalah di sekolah atau di lingkungannya, setelah memohon atau memaksa, Doraemon akan mengeluarkan sebuah alat yang membantu Nobita menyelesaikan masalah, membalas dendam, atau hanya sekedar pamer ke teman-temannya.
Bagaimanapun, Nobita biasanya bertindak terlalu jauh, mengacuhkan saran atau perintah Doraemon, dan mengakibatkannya terjerumus ke masalah yang lebih dalam. Terkadang, teman Nobita (biasanya Suneo atau Giant) mencuri alat tersebut dan berakhir dalam kekacauan karena salah menggunakannya.

Sinopsis

 Kehidupan awal Doraemon tidak begitu baik. Ia adalah sebuah robot gagal yang dilelang kepada sebuah keluarga miskin yang terlilit utang, yang tak lain adalah keluarga keturunan Nobi Nobita. Doraemon pernah menjalani masa-masa berat: Ia hanya menjadi penjaga bayi setelah gagal melewati ujian di akademi robot, kedua telinganya hancur setelah digigit robot tikus, catnya luntur akibat ulahnya sendiri, dan masih banyak kisah sedih yang ia lalui pada tahun pertama sejak kelahirannya. Sampai suatu ketika, keluarganya mengirimkan ia kembali ke masa lalu, kira-kira 250 tahun yang lalu, zaman dimana Nobita Nobi, leluhur keluarga ini, masih hidup di Tokyo.

Misi Doraemon adalah untuk menolong Nobi Nobita (buyut dari Sewashi yang memiliki Doraemon). Nobita adalah seorang anak yang selalu mengalami nasib sial dan tak punya kemampuan apa-apa. Ia bodoh dalam pelajaran sekolah dan tidak bisa berolahraga, Nobita hanya berbakat dalam tembak-menembak,bermain karet, dan tidur; kemampuan yang hampir tak berguna di zaman Jepang modern. Inilah alasan mengapa ia gagal menjalani kehidupannya. Dan Doraemon dikirim dari masa depan untuk menjadikannya seorang pria yang sukses. Sangat ironis, sebuah robot gagal datang membantu seorang anak yang gagal. Tetapi pada kenyataannya, persahabatan kedua anak ini membuat mereka menjadi seseorang yang lebih baik.

Doraemon tiba di tahun 1969, pada hari Tahun Baru Jepang. Ia keluar dari laci meja milik Nobita, dan sejak saat itu ia tinggal bersama Nobita, misinya adalah untuk mencegah Nobita menjadi orang gagal. Setiap kali Nobita tertimpa masalah, Doraemon akan segera membantu dengan alat-alat ajaibnya.

 Kelihatannya misi Doraemon berhasil, karena ketika mereka menjelajah ke masa depan, Nobita melihat dirinya menikah dengan Shizuka, bukan dengan Jaiko. Dia juga melihat keturunannya hidup dalam kondisi yang lebih baik daripada ketika Sewashi mengirim Doraemon dulu; bahkan keturunan Nobi mampu membeli robot yang “tidak gagal”, Dorami.
Diceritakan dalam manga dan anime, Doraemon dan Nobita saling bekerja sama untuk memperbaiki kehidupan mereka masing-masing. Mereka saling bekerja sama dan tolong-menolong. Banyak juga cerita yang menampilkan kisah keberanian dan kegigihan mereka untuk mempertahankan persahabatan yang sudah mereka jalin.

Akhir Cerita
Sejak tahun 1980-an, banyak sekali bermunculan cerita dan spekulasi tentang akhir kisah Doraemon.
  • Kisah pertama —dan paling optimistik— dipublikasikan oleh Nobuo Satu beberapa tahun yang lalu. Diceritakan suatu hari, Nobita pulang ke rumah dan merengek-rengek mengadu ke Doraemon. Tapi tak lama, ia menyadari ada sesuatu yang salah dengan Doraemon; robot kesayangannya itu hanya diam dan tak menjawab keluhannya. Ia pun segera menelepon Dorami, adik Doraemon, dan meminta petunjuk darinya. Dorami kemudian memberi tahu bahwa baterai milik Doraemon habis. Lebih jauh lagi, Dorami menjelaskan bahwa robot kucing versi lama seperti Doraemon seharusnya memiliki cadangan bateraipendukung memori di bagian telinga, tetapi karena Doraemon telah kehilangan telinganya, ia tidak memiliki tenaga cadangan untuk menyimpan memori dan ingatannya. Satu-satunya cara untuk menghidupkan kembali Doraemon adalah dengan mengganti baterainya, namun itu berarti Doraemon akan kehilangan seluruh ingatan tentang diri dan kawan-kawannya; termasuk tentang Nobita.Disaat bersamaan, polisi-waktu membuat peraturan baru dan melarang adanya “perjalanan waktu” dan menghalangi Nobita yang berusaha membawa Doraemon untuk diperbaiki pada masa depan. Dorami kemudian memberikan pilihan: nekat menerobos polisi-waktu, memperbaiki Doraemon pada masa depan dan menghapus ingatannya atau menunggu seseorang dari masa depan datang dan memperbaiki Doraemon; Nobita memilih cara kedua. Nobita —yang sangat kehilangan Doraemon— kemudian berjanji untuk belajar keras demi Doraemon. Usaha Nobita berhasil, tiga tahun kemudian Nobita lulus SMA dengan nilai terbaik dan menjadi seseorang yang sangat populer di sekolahnya. Meskipun demikian, sifat Nobita yang ceria dan optimistik hilang, ia menjadi seorang kutubuku yang selalu menyendiri. Dua puluh sembilan tahun kemudian, diceritakan Dekisugi yang telah menjadi presiden Jepang, mengadakan reuni dengan Suneo dan Jaian. Ketiganya membahas mengenai masalah tentang “hilangnya” Doraemon dan tentang Time Paradox; sebuah teori yang menjelaskan bahwa sejarah dunia dapat berubah dengan diciptakannya mesin waktu. dan dari percakapan itulah terpapar alasan kenapa patroli waktu tak memberikan izin nobita untuk memperbaiki Doraemon pada masa depan, karena Nobita itu sendiri yang menciptakan Doraemon. Setelah diperbaiki, doraemon menjadi mempunyai telinga dan berwarna kuning, dipeluknya erat-erat Doraemon. Dan mereka hidup bahagia selamanya.
  • Yang kedua, akhir yang lebih pesimistik mengusulkan bahwa Nobita menderita autisme dan semua karakter yang ada (termasuk Doraemon) hanyalah karakter fiksi dalam imajinasinya saja. Gagasan bahwa Nobita yang sakit dan sekarat membayangkan semua seri di tempat tidurnya untuk membantunya menghilangkan depresi dan rasa sakitnya membuat marah banyak fans. Banyak fans di Jepang protes di luar kantor utama penerbit dari seri setelah mengetahui tentang hal ini. Penerbit akhirnya mengeluarkan pernyataan publik bahwa hal ini tidak benar.
  • Yang ketiga berisi bahwa Nobita jatuh dan kepalanya terbentur batu. Ia mengalami koma. Untuk mendapatkan uang operasi agar Nobita selamat, Doraemon menjual seluruh peralatannya di kantong ajaibnya. Sayangnya, operasi tersebut gagal. Doraemon menjual semua peralatannya kecuali satu alat yang ia gunakan untuk memperbolehkan Nobita pergi kemanapun ia mau. Pada akhirnya, Nobita ingin pergi ke surga.
Semua kemungkinan ini didiskusikan dan diputuskan tidak ada akhir untuk kisah Doraemon.
Terdapat tiga akhir yang resmi untuk kisah Doraemon yang dibuat. Doraemon tidak dilanjutkan di dua media karena pembaca semakin besar dan akhir dari kisah ini dipercaya dibutuhkan.
  • Pada bulan Maret tahun 1971, di majalah Shogaku 4-nensei: Karena fakta bahwa pengunjung dari masa depan menyebabkan masalah, pemerintah pada abad ke-22 melarang adanya perjalanan waktu, berarti Doraemon harus kembali ke waktunya di zamannya dan meninggalkan Nobita.
  • Pada bulan Maret tahun 1972, isi dari majalah Shogaku 4-nensei: Doraemon, untuk beberapa alasan harus kembali ke masa depan dan berbohong untuk masalah mekanik sehingga Nobita memperbolehkannya pergi. Nobita mempercayainya dan berjanji untuk menunggu sampai Doraemon sembuh. Menyadari bahwa Nobita dapat merelakan kepergiannya, Doraemon memberitahu yang sebenarnya dan Nobita menerimanya. Doraemon kembali ke masa depan.
Akhir dari Doraemon yang ketiga merupakan akhir resmi karena rating TV yang rendah dan Fujiko Fujio sibuk dengan pekerjaan lainnya, tetapi Doraemon tidak meninggalkan pikiran mereka dan mengulang kembali untuk isu bulan depan. Pada tahun 1981, episode ini dibuat menjadi anime (disebut “Doraemon Comes Back”), dan pada tahun 1998, film ini dirilis sebagai film anime.
  • Pada bulan Maret tahun 1973, isi dari majalah Shogaku 4-nensei, Nobita kembali kerumah setelah kalah bertempur melawan Jaian. Doraemon lalu menjelaskan bahwa ia harus kembali. Nobita mencoba untuk menghalangi hal ini, tetapi setelah mendiskusikannya dengan orang tuanya, ia menerima kepergian Doraemon. Mereka melakukan perjalanan terakhir di taman. Setelah mereka berpisah, Nobita menemui Jaian dan kembali bertempur. Setelah pertarungan yang lama dengan Nobita mencoba untuk menang sehingga Doraemon dapat pergi tanpa khawatir, Jaian membiarkan Nobita menang karena Nobita tidak menyerah. Doraemon menemukan Nobita pingsan dan membawanya pulang. Ia duduk disebelah Nobita yang tidur dan setelah itu, Doraemon kembali ke masa depan. (cerita ini dapat ditemukan di bagian terakhir komik Doraemon nomor 6)
  • Versi animasi mirip tetapi lebih panjang. Pada saat hari April Mop, Nobita ditipu oleh Suneo dan Jaian yang menipunya tentang kembalinya Doraemon. Ia dengan senang pulang dan menanyakan kepada ibunya dimana Doraemon dan ternyata ia tahu bahwa ia ditipu. Nobita sedih dan membuka kotak dari Doraemon. Isinya adalah botol liquid. Ia mendengarkan suara Doraemon yang menjelaskan bahwa cairan tersebut disebut Uso 800 (Bohong 800) yang digunakan agar semua hal yang tidak benar yang diucapkan orang yang minum cairan tersebut sebagai hal yang benar. Nobita menggunakannya untuk menipu Jaian dan Suneo, seperti ia mengatakan cuaca hari ini sangat bagus, yang menjadi bohong dan mulai turun hujan deras sebelum ia mengatakan hari ini hujannya deras dan hujan tersebut berhenti. Jaian dan Suneo takut setelah beberapa trik dan ketika Nobita mengatakan apa yang akan terjadi. Nobita sangat gembira pada awalnya, tetapi segera hilang karena kangen akan Doraemon. Ia pulang, dan ibunya mengatakan Doraemon sudah pulang, ia tetapi tidak yakin dan yakin Doraemon tidak akan pernah kembali, seperti yang dikatakan Doraemon terhadap Nobita sebelum ia pergi. Cairan tersebut masih berfungsi, ketika ia sampai di kamarnya ia menemukan Doraemon, dan mereka gembira, tetapi karena pengaruh dari cairan, semua kata-katanya berubah menjadi Aku sangat tidak senang bahwa kita dapat kembali lagi.
  • Bagian ekstra dari animasi ini berasal dari buku komik Doraemon nomor tujuh.
Ketika duo Fujiko Fujio berpisah pada tahun 1987, ide akan akhir Doraemon yang tidak resmi tidak pernah didiskusikan. Sejak Fujiko F. meninggal tahun 1996sebelum pilihan apapun tercapai, akhir dari Doraemon adalah fiksi para fans, tetapi, pada banyak episode dan film ketika Nobita melakukan perjalanan waktu menampilkan akhirnya ia menikahi Shizuka, memimpin menuju kehidupan yang bahagia dan terpisah dari Doraemon, walaupun Nobita dan temannya masih ingat dengannya.

Sabtu, 14 Februari 2015

Momen yang paling mengharukan di film Stand By me Doraemon

1. Nobita Berteriak di Padang Salju

Stand By Me Doraemon



Momen mengharukan ini terjadi saat Nobita kecil pergi ke masa depan setelah mengubah wujudnya menjadi orang dewasa. Pada saat itu Nobita tidak melihat dirinya yang dewasa mendampingi Shizuka dewasa yang pergi untuk mendaki gunung salju sendirian. Setelah Nobita kecil menemuinya, ia kesulitan hingga akhirnya berteriak untuk mengirimkan ingatan bagi dirinya di masa depan.


2. Doraemon Hendak Berpisah dengan Nobita

Stand By Me Doraemon

Adegan yang mengharukan selanjutnya yaitu ketika Doraemon terpaksa harus pergi kemasa depan. Hal itu dikarenakan sang Robot sudah sukses membahagiakan Nobita kecil yang dipastikan akan menikahi Shizuka.

Saat itu Nobita meluapkan kegembiraannya dengan menggunakan baling-baling bambu disaksikan oleh doraemon yang duduk sendirian dibawahnya. Sang robot kucing masa depan itu pun bergumam sendiri dengan mengucapkan kata-kata yang sangat mengharukan.


3. Nobita Melawan Giant

Stand By Me Doraemon

Momen ini terjadi ketika Nobita terpaksa harus bertarung melawan Giant tanpa bantuan alat Doraemon. Keinginan Nobita agar bisa mengalahkan Giant pun dirasa menjadi satu hal yang bisa membuat kita merinding.

Pasalnya dalam adegan ini, kita bisa melihat bagaimana kegigihan Nobita yang tanpa menyerah, terus berdiri untuk menundukkan Giant. Hingga akhirnya, Giant pun kelabakan dibuatnya.


4. Shizuka Bilang 'Iya' Kepada Nobita

Stand By Me Doraemon

Kembali ke momen saat Nobita kecil menghampiri Shizuka dewasa di masa depan. Kala itu, keduanya meneduh di dalam sebuah gua, dan mereka bersama-sama menghangatkan diri.

Shizuka tak hentinya berbicara kepada Nobita kecil yang ia sangka adalah sosok dewasa di masanya. Akhirnya, Shizuka memberikan jawaban atas pertanyaan Nobita dewasa dengan satu kata, yaitu "Iya."


5. Shizuka Menyelamatkan Nobita

Stand By Me Doraemon

Ketika berada di era saat ini, Nobita dan Shizuka kecil sempat memiliki hubungan buruk setelah Nobita merasa takkan mampu membahagiakan Shizuka. Nobita pun melakukan sebuah hal konyol demi bisa dibenci gadis impiannya itu. Oleh karena Shizuka sulit untuk membencinya, maka Nobita pun meminta Doraemon mengeluarkan alat yang membuat Shizuka tidak menyukainya.

Alhasil, semua orang yang ada di dekat Nobita pun menjauhinya. Namun karena Nobita terlalu banyak mengkonsumsi obat tersebut, maka ia pun menjadi mabuk dan tidak kuat sendiri oleh efek sampingnya. Akan tetapi, ada satu orang yang bertekad untuk menyelamatkan Nobita, Ia adalah Shizuka!

Cerita Ulang Tahun Nobita


Nobita sedang berbahagia. (Koleksi gambar di Facebook pribadi)

Nobita sedang berbahagia. (Koleksi gambar di Facebook pribadi)

Suatu hari…
Tam tam tam tatam.. ta ta ta tatam.. tam tam tam tatam… Begitu cerianya Nobita dalam perjalanan pulangnya dari sekolah, dia menyanyai penuh kegembiraan. Langkahnya begitu dibuat-buat sehingga ia seperti sedang menari di atas dunia di hari yang cerah. Dalam nyanyian keceriaannya, di tengah perjalanan dan di dekat sebuah pohon rindang, dia mendapati sekumpulan semut yang berbaris panjang membentuk garis hitam, semut itu berbondong-bondong dan mondar-mandir di jalanan. Nobita memperhatikan semut-semut itu dengan penuh tanya. Di sebrang jalan yang menghubungkan barisan semut itu dengan lubangnya, ada sebuah permen lolipop. Nobita menyimpulkan semut itu sedang bekerjasama memindahkan permen itu untuk di bawa ke dalam lubangnya. Nobita meski anak yang bodoh tapi dia baik hati, diambilnya permen itu dan dipindahkan ke dekat lubang semut-semut itu. Sebetulnya itu tindakan yang menganggu prilaku alamiah semut, namun bagi Nobita itu sebuah pertolongan yang berguna. Meski akhirnya semut itu kehilangan “magnet” yang mempersatukannya dalam barisan yang rapi, sebab setelah Nobita memindahkan permen itu, semut-semut itu gerakannya jadi liar tidak menentu, barisannya buyar dan terpencar-pencar mencari permen yang dipindahkan Nobita. Bahkan beberapa semut memanjat kaki mungil Nobita, membuatnya merasa terganggu, lalu dia melarikan diri meninggalkan semut-semut itu. Dan kembali melanjutkan perjalanan dengan nyanyiannya. Tam tam tam tatam.. ta ta ta tatam.. tam tam tam tatam…
Doraemon, Aku Pulang……….
Setalah berada di dalam kamarpun Nobita belum menghentikannya nyanyianya. Tidak seperti biasanya, tidak ada rengekan atau aduan pada Doraemon yang sedang menikmati tidur siangnya. Tidak ada kisah sekolah yang membuatnya tidak nyaman hari ini. Namun kebiasaan buruk meletakan tas sekolah sembarangan tidak berubah. Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Nobita. Kalender yang menempel di dinding kamarnya beberapa saat diperhatikan Nobita, nyanyianya pun berhenti. Senyumnya merekah sangat lebar, matanya berbinar-binar penuh harapan akan kebahagiaan yang dianggapnya akan datang beberapa saat lagi. Hari ini, Tanggal 7 Agustus 1969, Hari Ulang Tahun Nobita yang ke 10.
Doraemon terbangun mendengar teriak manja Nobita yang sedang bahagia. Nobita benar-benar yakin di hari ini akan mendapat kebahagiaan. Apalagi saat Doraemon memberitahu bahwa ibunya pergi belanja membeli sesuatu. Teriaknya semakin girang.
“Nobita…..”
Panggil ibunya di balik pintu kamar. Nobita sangat senang mendengarnya. Dibukanya pintu, lalu menyambut ibunya dengan senyumnya yang sangat lebar. Namun, pemandangan tiba-tiba berubah.
Nobita!!! Teriak ibunya. Teriakan yang penuh emosi dan ketidak senangannya dengan kebiasaan Nobita yang suka menyimpan tas sekolah dimana saja. Berawal dari tas itu, nasihat ibu Nobita pun merembet pada PR sekolah yang selalu dilupakan Nobita. Nasihatnya terus berlanjut membahas banyak kegiatan Nobita yang buruk. Nobita masih tidak percaya dengan semua ini. Ibunya melupakan harinya yang sangat penting, yang seharusnya dia dimanja pada hari ini dengan berbagai ucapan yang menyenangkan dan juga hadiah-hadiah ulang tahun yang berharga. Di sela-sela rentetan nasihat yang terus diucapkan ibunya, Nobita melirik angka (tanggal) 7 yang telah dilingkarinya dengan pena berwarna merah di sebuah kalender. Doraemon pun melakukan hal yang sama, dia melirik tanggal yang telah ditandai Nobita, lalu dia menatap Nobita, dan tertunduk penuh simpati pada kesedihan Nobita.
Di langit tiba-tiba awan mendung bergulung dan mengeluarkan sambaran petir. Tidak lama kemudian hujan turun. Tidak tahan hari ulang tahunnya dilupakan. Nobita lari meninggalkan ibunya dan Doraemon. Sambil berlari Nobita merebut tas sekolah yang sedang dipegang ibunya. Melemparkannya ke lantai lalu menginjaknya. Tangisnya meledak-ledak setelah langkah kecilnya meninggalkan rumah. Airmatanya tersamarkan dengan tetesan air hujan yang membasahi wajahnya. Hujan semakin deras.
Tindakan nekat Nobita ini tidak membuat dirinya lebih baik. Sepulangnya dia melepaskan kekesalannya dan kesedihannya, kedua orang tuanya kembali memarahinya dengan nasehat-nasehat yang semakin membuatnya tertekan dan bersedih.
Di sudut kamar Nobita menangis terisak-isak. Doraemon hanya duduk tertunduk tidak bisa melakukan apapun. Tidak ada sesuatu yang terdengar dari dalam kamar itu selain isak tangis yang semakin menampakan kekecewaan dan kesedihan.
Nobita lalu berdiri dan melepaskan nafasnya. Menenangkan diri dan menghentikan tangisnya. Lalu dia mengambil beberapa buku dan pakaian, dimasukannya semua itu ke dalam tas sekolahnya. Doraemon hanya bisa duduk dan menyaksikan semua itu, tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan. Sebelum Nobita pergi meninggalkan kamarnya, dia melihat kalender lagi, melihat angka 7. Kemudian mencoret-coret angka itu dengan penuh emosi. Nobita pergi meninggalkan rumah. Payungnya dibuka untuk melindunginya dari hujan. Di langit terdengar suara petir yag menggelegar.
Tidak ada sesuatu yang berada di dalam pikiran Nobita selain kemarahan orang tuanya yang terlalu membuatnya tertekan. Kata-kata orang tuanya terus menari-nari di dalam pikirannya. Nobita berjalan tak tentu arah, hanya mengikuti kakinya melangkah. Kesedihannya tidak berhenti. Dia melupakan makan siang dan sahabat setianya, Doraemon.

Langit terus menyirami Bumi dengan hujan yang terus turun, kadang kilat menyala-nyala di langit dibarengi dengan suara petir yang menggelagar, pemandangan kota semakin gelap dan basah. Nobita semakin jauh meninggalkan rumah. Doraemon tidak terlihat melayang menggunakan baling-baling bambu. Sekarang Nobita benar-benar sendirian.

Fakta Doraemon di Film Stand By Me Doraemon


1. Doraemon stand by me diambil idenya dari buku doraemon nomor 6 last chapter

Konsep movie kali ini adalah, mengingatkan Doraemon datang dari masa depan dan tentu bisa pulang kembali kapanpun dan menyampaikan bahwa kehidupan sehari-hari yang dilalui belum tentu akan berlanjut dan sangat berharga. 
Skenarionya mengambil dua tema yaitu Love Story dan Sad Story yang akan didasarkan oleh kisah-kisah manga (Doraemon Nobita no Kekkon Zenya Mirain no Kuni kara Harubaruto, Sayonara, Doraemon) serta ditambahkan dengan unsur-unsur baru.


2. Bukan Ending Doraemon.
Perlu diketahui Fujimoto meninggal tanpa sempat menceritakan akhir kisah Doraemon. Namun, sejatinya, sejak awal membuat cerita Doraemon ia sudah mengisahkan akhir kisahnya. Anda tentu ingat, sejak awal kedatangan Doraemon dari masa depan untuk mengubah nasib Nobita. Cucunya di masa depan, Sewashi mengirim Doraemon untuk membantu Nobita mengatasi masalahnya sehari-hari agar kelak bisa jadi anak pintar dan sukses. Kita juga tahu Nobita kelak bakal menikah engan Shizuka (walau tadinya dibilang bakal menikah dengan Jaiko, adik Giant).

Ya, kita sudah tahu garis besar kisah hidup Nobita. Tapi kita tetap penasaran bagaimana persisnya kisah Doraemon tamat.

Menelusuri dunia maya, ada beragam versi akhir kisah Doraemon. Cukup mengetik “Doraemon tamat” di mesin pencari, Anda bakal menemukan beragam postingan blog yang menceritakan akhir kisah Doraemon dalam bahasa indonesia—yang umumnya setiap posting sama hingga susah dicari siapa yang pertama membuat posting aslinya.

Saya tak hendak mengisahkan ulang isi posting yang bertebaran di blog. Yang hendak saya ceritakan sebuah kisah yang menjadi berita di koran-koran Jepang pada 2006 silam.

Syahdan, pada 2005, seperti pernah dimuat koran Yomiuri Shimbun (saya membaca terjemahan Inggrisnya yang dimuat situs koran Thailand), seorang komikus berusia 37 tahun membuat heboh Jepang dengan melukiskan akhir kisah Doraemon. Komiknya yang dimuat di majalah fanzine (majalah bikinan fans) laris manis. Yang membuat masalah, komik itu tak mendapat izin dari pemilik hak cipta Doraemon.

Di jagat manga, komik macam begini hal lumrah. Seorang fans sah-sah saja membuat komik tiruan atawa parodi dari kisah asli yang terkenal. Komik tiruan ini memiliki karakter yang sama meski ceritanya beda, dan bisa melenceng. Komik jenis ini malah punya sebutan khusus: doujinshi.


3. Doraemon tidak akan pernah ada kata tamat , dikarenakan Fujiko F. Fujio keburu wafat



Tamatnya Doraemon Sebenarnya Belum Jelas Karna Pengarang Doraemon Fujiko F Fujio telah Wafat sebelum cerita doraemon diselesaikan dan sekarang cerita Doraemon dilanjutkan Oleh Assisten Fujiko.Namun Dinternet Sendiri Kita sudah banyak melihat Doujishi (Manga Buatan Fans) dengan berbagai macam ending Doraemon dan berikut 3 Ending paling heboh dikalangan Fans Doraemon.



"1. Pas Nobita pulang k rumahnya karna dijailin Giant, Nobita merengek-rengek kepada Doraemon yang terlihat sedang baca komik seperti semestinya. Doraemon tidak merespon sama sekali, hanya diam membuat Nobita merasa dipermainkan n Nobita mengabruk Doraemon seperti anjing mengabruk majikan yang sedang bengong. Ternyata, Doraemon tidak merespon sama sekali. Akhirnya, Nobita menghubungi Dorami. Dorami bilang, robot se-tipe Doraemon seharusnya mempunyai memori d telinganya. Namun, telinga Doraemon sendiri yang udah ancur membuat Doraemon bisa diperbaiki, namun dia akan kehilangan semua ingatannya... 

Tiba" juga, ada polisi masa depan yang menghalangi Doraemon untuk diperbaiki. Dorami yang nekat akan menerobos ditahan oleh Nobita. Nobita bersumpah akan belajar keras untuk memperbaiki robot + teman tercintanya, Doraemon. Akhirnya, dalam universitas d Tokyo, Nobita lulus dengan peringkat tertinggi, melampui Dekisugi, anak terpintar saat Nobita kelas 5 SD dulu. Namun, kepribadian Nobita yang asalnya ceria, bersemangat, manja n cerewet berubah drastis. Nobita menjadi seorang kutu buku yang sangat pendiam, bahkan mengacuhkan Shizuka, gebetannya sendiri yang menyatakan cinta kepadanya. Lalu, Nobita masuk kerja k pabrik robot. Sementara itu, Dekisugi yang menjadi presiden membuat perintah kepada polisi untuk menahan Nobita yang masih kelas 5 SD itu datang k pabrik robot n meminta Doraemon diperbaiki. Tujuannya adalah, untuk mendorong Nobita agar lebih rajin belajar n merahasiakan sampe waktunya bahwa Doraemon adalah robot yang dibuat Nobita sendiri. Setelah memperbaiki Doraemon sampai normal kembali, Doraemon bertanya, " Nobita... apakah kau sudah buat PR?" Nobita hanya bergembira n memeluk Doraemon, membuat Doraemon mengerti bahwa Nobita sudah menjadi pintar sekarang. Lalu, Nobita menikahi Shizuka. ~ Happy Ending ~ "
2. "Nobita adalah anak cacat yang setiap hari harus tidur d tempat tidur karna penyakitnya sendiri. Untuk menghindari depresi n menghilangkan rasa sakitnya, Nobita mengayal semua tokoh d dalam komik Doraemon. Jadi, tokoh Doraemon n yang laennya ( kecuali ayah n ibunya) adalah tokoh khayalannya yang bener" tiada. ~ BT Ending ~ "
3. "Nobita tertimpa batu n koma berhari-hari. Lalu, supaya Nobita sembuh, Nobita harus dioperasi dengan resiko gagal tinggi n biaya mahal banget. Akhirnya, Doraemon menjual semua barang d kantong ajaibnya kecuali pintu ke mana saja. Lalu Nobita dioperasi namun sayangnya operasinya gagal. Lalu, Nobita bilang kepada Doraemon, " Kau masih mempunyai pintu ke mana saja bukan? Aku ingin pergi ke Sorga.." n ceritanya berakhir sampe d sana. ~ Sad Ending ~ "
Tapi, kalo ending dari penulis  Fujio-Fujiko itu berhenti sampe vol 45.


4. Doraemon standby me, bakal jadi percobaan 3D movie pertama di doraemon




Melalui judul baru bertajuk Stand By Me Doraemon, sang robot kucing populer itu akan dibawa ke dalam dunia 3 dimensi, dimana desain karakternya dibuat melalui grafis komputer, seperti diwartakan Anime News Network.

Film baru Doraemon ini, sekaligus merayakan ulang tahun mendiang salah satu pengarangnya, Fujiko F. Fujio (Hiroshi Fujimoto) yang ke-80. Format animasi komputernya bakal menggunakan konsep proyeksi 3 dimensi stereoskopis.

Stand By Me Doraemon melibatkan nama-nama sineas ternama di dunia film dan anime. Sebut saja Takashi Yamazaki (ReturnerSpace Battleship Yamato) dan Ryuichi Yagi (Moyashimon). Keduanya memimpin proyek ini sebagai sutradara.

Takashi dan Ryuichi sempat berkolaborasi sebelumnya dalam anime 3 dimensi bertajuk Friends: Mononoke Shima no Naki. Film tersebut merupakan kolaborasi pertama mereka. Sehingga, Stand By Me Doraemonakan menjadi proyek mereka yang kedua kalinya.

Manga Doraemon pertama kali diciptakan oleh duet Fujiko Fujio (Hiroshi Fujimoto dan Motoo Abiko) pada 1969. Karakter Doraemon diceritakan kembali ke masa lalu untuk membantu anak laki-laki bernama Nobita. Doraemon datang atas permintaan dari cucu Nobita yang ada di masa depan.

Kisahnya sendiri bertema kehidupan sehari-hari dengan bumbu fiktif, dimana Doraemon mampu menyimpan dan mengambil benda-benda ajaib dari masa depan di dalam sebuah kantong.

Manga Doraemon sudah diterbitkan sebanyak 45 jilid dan berakhir pada 1996. Serial televisinya dibuat dalam format anime dan sudah mencapai 3 seri selama 4 dekade. Bahkan, anime bioskopnya pun sudah dirilis dalam berbagai judul.

Proyek film 3 dimensi Doraemon sudah direncanakan sejak 3 tahun lalu setelah film Friends: Mononoke Shima no Naki selesai. Pembuatan Stand By Me Doraemon dikabarkan memakan waktu lebih dari satu tahun. Momen saat Doraemon mengambil barang-barang dari dalam kantongnya, serta saat para karakter terbang dengan baling-baling bambu adalah beberapa adegan yang diklaim oleh Ryuichi Yagi layak untuk dilihat.

Uniknya, proses pembuatan animasi 3 dimensi ini dilakukan setelah rekaman suara dilaksanakan. Sehingga, gerakan animasinya dibuat menyesuaikan suara yang sudah direkam, suatu teknik yang tidak biasa dilakukan oleh para animator lain. Bahkan, objek yang menjadi latar belakang di dalam film mengambil benda-benda atau tempat-tempat sungguhan.

Bagi yang menantikan penayangan film ini, diharapkan untuk sabar menunggu kabar selanjutnya. Sambil menunggu Stand By Me Doraemon, film anime 2 dimensi terbaru berjudul Eiga Doraemon Shin Nobita no Daimakyo ~Peko to 5-nin no Tankentai~ akan tayang perdana di Jepang pada 8 Maret 2014 mendatang.

5.Doraemon Stand By Me Menguras Air Mata!"Ini adalah kisah pertama sekaligus terakhir Doraemon," ujar narator film berjudul Stand by Me.

Film yang akan segera dirilis di Jepang pada 8 Agustus 2014 mendatang kabarnya akan mengundang airmata bagi para penggemar tokoh animasi ternama dari Jepang ini. Stand by Memengisahkan perpisahan dua tokoh utama yang selalu menghiasi masa kecil kita. Dalam penggalan video Stand by Me yang diunggah ke dunia maya terlihat cuplikan adegan Doraemon mengucapkan salam perpisahan kepada Nobita. "Aku tak bisa tinggal di sini lagi, Nobita," ujar si robot ajaib dengan mata yang berkaca-kaca.

Selama ini kita mengenal tokoh Nobita sebagai anak kecil yang kerap bergantung pada alat ajaib milik Doraemon. Namun kini Nobita harus belajar mandiri seiring ia beranjak dewasa dan mulai meninggalkan masa kanak-kanak.Walau masih menampilkan sosok Doraemon, tetapi kisahnya akan lebih berfokus pada Nobita setelah berpisah dengan Doraemon. Tentu saja perpisahan Doraemon dan Nobita pasti akan sangat menyedihkan, terutama bagi para penggemarnya. Walaupun begitu kamu pasti penasaran ingin menontonnya bukan?!




Sebelumnya film-film Doraemon yang ditayangkan setiap masa liburan sekolah di Jepang selalu dalam bentuk dua dimensi saja. Stand by Me akan menjadi film 3D Doraemon pertama yang juga disebut-sebut sebagai film penutup.

By :
Free Blog Templates