Rabu, 11 Februari 2015

Cerita persahabatan Nobita dan Doraemon

1. Hari itu sepulang sekolah, Nobita mendapati Doraemon terkulai lemah di dalam kamar. Nobita membangunkan Doraemon berkali-kali, tidak ada jawaban. Awalnya dia berpikir bahwa doraemon sedang tertidur sangat pulas. Setelah cukup lama dibiarkan, Doraemon tetap tidak berkutik. Nobita mulai panik dan memanggil adiknya doraemon yaitu dorami. Dorami mengecheck keadaan kakaknya, dan dia mendiagnosa bahwa kakaknya mengalami kerusakan dan sangat sulit diperbaiki. Nobita menangis sejadi-jadinya dan menganggap ini hanya lelucon namun dorami memastikan bahwa ini benar terjadi. Doraemon tidak akan hidup lagi. Tidak akan berfungsi lagi.

Mulai dari saat itu nobita bertekad belajar yang rajin, tidak malas lagi, dan menjadi anak yang pintar. Dia ingin menjadi professor yang sangat cerdas dan cita-citanya hanya satu, yaitu memperbaiki sahabatnya yang sangat baik, doraemon. Jadilah nobita menjadi sangat pintar melebihi dekisuki bahkan. Menjadi anak yang memliki nilai tertinggi saat Ujian Nasional dan dia benar-benar menjadi professor terkenal di Jepang.
Nobita menikah dengan shizuka dan hidup bahagia. Namun kebahagian nobita belumlah lengkap. Suatu hari, dia mengajak shizuka ke ruang kerja bawah tanahnya. Shizuka terpaku ketika melihat sesosok Doraemon, sosok yang sudah sangat lama tak dijumpainya terbujur di sana. Nobita berusaha memperbaiki doraemon dengan segala pengetahuan yang ia punya. Akhirnya, Nobita berhasil! Doraemon terbangun, dan…..
“Nobita… Kamu sudah mengerjakan PR-mu belum?”
Kata-kata pertama yang keluar dari mulut Doraemon. Mereka berpelukan haru.
2. Di masa depan, Nobita ternyata adalah professor terkenal yang sangat ahli. Dia pulalah yang ternyata menciptakan doraemon untuk menjadi teman masa kecilnya yang kelam.
3. Nobita selama ini hanya bermimpi tentang Doraemon. Doraemon tidak pernah ada.

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates